Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Desember 2010

Mata Pencaharian dan Hasil Kerja

1. Mencari rezeki yang halal adl wajib sesudah menunaikan yg fardhu {seperti shalat puasa dll}.
2. Sesungguhnya Ruhul Qudus membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat janganlah kamu memburunya dgn jalan bermaksiat kepada Allah krn apa yg ada di sisi Allah hanya bisa diraih dgn ketaatan kepada-Nya. {HR.
Abu Zar dan Al Hakim}

3. Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yg berkarya dan terampil .
Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah utk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla.
4. Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah.
5. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yg tidak bisa dihapus dgn pahala shalat sedekah atau haji namun hanya dapat ditebus dgn kesusah-payahan dalam mencari nafkah.
6. Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah dalam mencari rezeki yg halal.
7. Seorang yg membawa tambang lalu pergi mencari dan mengumpulkan kayu bakar lantas dibawanya ke pasar utk dijual dan uangnya digunakan utk mencukupi kebutuhan dan nafkah dirinya maka itu lbh baik dari seorang yg meminta-minta kepada orang-orang yang terkadang diberi dan kadang ditolak.
8. Tiada makanan yg lebih baik daripada hasil usaha tangan sendiri.
9. Apabila dibukakan bagi seseorang pintu rezeki maka hendaklah dia melestarikannya.
Keterangan:
Yakni senantiasa bersungguh-sungguh dan konsentrasi di bidang usaha tersebut serta jangan suka berpindah-pindah ke pintu-pintu rezeki lain atau berpindah-pindah usaha krn di khawatirkan pintu rezeki yg sudah jelas dibukakan tersebut menjadi hilang dari genggaman krn kesibukkan nya mengurus usaha yg lain. Seandainya memang mampu maka hal tersebut tidak mengapa.
10. Seusai shalat fajar janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu utk mencari rezeki.
11. Bangunlah pagi hari utk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan.
1
2. Ya Allah berkahilah umatku pada waktu pagi hari mereka .
1
3. Barangsiapa menghidupkan lahan mati maka lahan itu utk dia.
Keterangan:
Hal tersebut khusus untuk lahan atau tanah kosong yg tidak ada pemiliknya. Jika lahan atau tanah kosong tersebut ada pemiliknya maka tidak boleh diambil dgn jalan yg bathil.
1
4. Carilah rezeki di perut bumi.
1
5. Pengangguran menyebabkan hati keras .
1
6. Allah memberi rezeki kepada hambaNya sesuai dgn kegiatan dan kemauan kerasnya serta ambisinya.
1
7. Mata pencaharian paling afdhol adl berjualan dgn penuh kebajikan dan dari hasil keterampilan tangan.
1
8. Sebaik-baik mata pencaharian ialah hasil keterampilan tangan seorang buruh apabila dia jujur .
Sumber: 1100 Hadits Terpilih - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani
Read More...

Minggu, 12 Desember 2010

Tahukah Kalian 3 Kriteria Manusia yg Tak Layak Diteladani...??

Senantiasa kita memanjatkan puji dan syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang telah banyak memberikan kepada kita karunia dan nikmat, terutama nikmat Islam dan nikmat iman. Senantiasa nikmat itu turun kepada kita, akan tetapi senantiasa maksiyat itu naik kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Sesungguhnya yang paling penting dalam kehidupan manusia adalah qudwah (teladan). Dan di antara perkara yang paling penting adalah adanya qudwah hasanah, suri tauladan yang baik yang harus dijadikan sebagai panduan untuk kehidupan kita. Maka ketahuilah wahai saudariku muslimah, Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagai qudwah. Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan dihari kiamat dan banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

baca selengkapnya

http://ammarhfc.blogspot.com/2010/09/tahukah-kalian-3-kriteria-manusia-yg.html 


 


Read More...

Rabu, 01 Desember 2010

Keberkahan di Ruang Tamu

 
 


Ada sebuah ruangan di rumah kita yang menyimpan potensi keberkahan yang besar apabila kita bisa memanfaatkannya. Ruangan apakah itu? Ya, ruang itu adalah ruang tamu.
Keberkahan itu muncul karena ada dua amal yang berhubungan dengan ruang tamu. Dan kedua amal itu Allah iming-imingi dengan balasan rezeki, keberkahan dan ampunan. Dua amal yang sering dilakukan di ruang tamu itu adalah: Bertamu/silaturahim dan Memuliakan Tamu. 

Silaturahim
Acara silaturahim biasanya dilakukan di ruang tamu. Kalau kita mampir ke toilet rumah orang lain, itu namanya numpang buang air.
Ada banyak dalil yang memerintahkan kita untuk silaturahim. Salah satu diantaranya: Diriwayatkan dari Anas r.a., "Barangsiapa senang diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim" (Muttafaq Alaih)
Ada yang memberi penjelasan mengapa silaturahim dapat meluaskan rezeki. Karena silaturahim memperluas dan mengukuhkan relasi. Relasi itu penting dalam bisnis. Dengan relasi, maka kita mudah memasarkan produk atau memperkokoh jaringan bisnis.
Ya, itu salah satu hikmahnya. Sewaktu kecil, saya juga mendapatkan hikmah tersendiri dari silaturahim. Biasanya kalau saya silaturahim ke rumah om/tante/kakek, saya diberi uang saat hendak pulang. Lumayan
Kalau kita bersilaturahim dengan orang yang punya hubungan baik dengan kita, itu baik. Kita sebut dengan "memelihara silaturahim". Tapi di atas amal itu, ada yang lebih baik. Yaitu menyambung silaturahim. Apa definisinya? Rasulullah salallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Orang yang menyambung silaturahim itu, bukanlah yang menyambung hubungan yang sudah terjalin, akan tetapi orang yang menyambung silaturahim ialah orang yang menjalin kembali hubungan kekerabatan yang sudah terputus”. (Muttafaqun ‘alaihi).
Dalam hadits lain, ada seorang sahabat yang mengadu pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, akan tetapi mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, akan tetapi mereka berbuat buruk terhadapku. Aku berlemah lembut kepada mereka, akan tetapi mereka kasar terhadapku,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa tetap menjadi penolongmu selama engkau berbuat demikan.” (Muttafaq ‘alaihi).
Subhanallah besar sekali manfaat silaturahim, amal yang terlaksana di sebuah ruang dalam rumah yang disebut ruang tamu. Dengan catatan kalau tamunya disuruh masuk oleh empunya rumah. Kalau tidak disuruh masuk, walau pun di teras, tetap saja namanya silaturahim.
Memuliakan Tamu.
Memuliakan tamu, sebagaimana silaturahim, adalah bukti keimanan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah saw bersabda "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik-baik saja atau hendaklah ia diam" (HR Bukhari Muslim)
Menarik dari hadits di atas, ada tiga hal yang disebut beriringan: memuliakan tamu, silaturahim, dan berkata baik. Kita bisa sambung dari tiga hal itu: dalam menyambut tamu dan bersilaturahim, hendaklah jaga perkataan baik, karena persaudaraan yang terjalin apik oleh silaturahim itu bisa terganggu oleh perkataan yang tidak baik.
Apabila tamu datang, jangan lah menggerutu karena takut rezki kita berkurang.  Rasulullah saw bersabda, "Apabila seorang tamu memasuki (rumah) suatu kaum, ia masuk dengan membawa rezekinya sendiri. Jika ia keluar (pulang), maka ia keluar dengan membawa ampunan bagi mereka".(Hr. Ad Dailami)

Bila kita anak kos, kemudian datang kawan untuk bertamu ke rumah, jangan ragu untuk mengambil sedikit uang kiriman orang tua untuk kita belikan kue atau minuman untuk kawan kita itu. Karena rezeki kita tidak akan berkurang. Makanan yang kita berikan itu menjadi amal bagi kita dan kemudian yang sesungguhnya terjadi adalah kita menyerahkan rezeki milik tamu kita itu tanpa mengurangi rezeki kita. Begitu yang dipahami dari hadits Ad-Dailami di atas.

Dan dari hadits di atas juga ada kabar gembira bagi yang mampu memuliakan tamu: ampunan dari Allah Azza wa Jalla. Itu lah keberkahan yang hadir dari ruang tamu bagi pemilik rumah.
Seorang sahabat mempunyai cara yang unik untuk memperoleh rahmat melalui amal memuliakan tamu. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, At Tirmizi dan An Nasa’i dari Abu Hurairah, ia berkata:  “Seorang laki-laki telah datang kepada Rasulullah SAW. Ia berkata: “Aku lapar”. Maka Rasulullah mengutus kepada istri-istrinya (menanyakan makanan), tapi tidak ada, beliau bersabda: “Adakah orang yang mau menerima orang ini sebagai tamu malam ini ? Ketahuilah bahwa orang yang mau menerima laki-laki ini sebagai tamu (dan memberi makan) malam ini akan diberi rahmat oleh Allah”. Berkata  seorang dari golongan Ansar (Abu Talhah): “Saya ya Rasulullah”. Maka ia pergi menemui istrinya dan berkata “Hormatilah tamu Rasulullah”. Istrinya menjawab: “Demi Allah tidak ada makanan kecuali makanan untuk anak-anak kita. Suaminya berkata: “Apabila anak-anak hendak makan malam, tidurkanlah mereka, padamkanlah lampu biarlah kita menahan lapar pada malam ini, agar kita dapat menjamu tamu Rasulullah”. Maka hal itu dilakukan istrinya. Pagi-pagi esoknya Abu Talhah menghadap Rasulullah SAW. menceritakan peristiwa malam itu dan beliau bersabda: “Allah SWT benar-benar kagum malam itu terhadap perbuatan kalian berdua.”
Rentang Waktu yang Wajar Dalam Menjaring Keberkahan
Ada batas waktu bertamu yang wajar yang dalam rentang waktu itu seorang muslim diperintahkan untuk memuliakan tamunya. Di luar batas waktu itu, dikhawatirkan tuan rumah mulai terbebani dan kebaikan silaturahim mulai luntur. Batas waktu itu adalah tiga hari. Rasulullah memerintahkan tuan rumah untuk memuliakan seorang tamu dalam waktu tiga hari itu.
Abu Syuraih khuwailid bin ‘Am ia berkata: "saya mendengar rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya pada saat istimewanya". Para sahabat bertanya: "wahai rasulullah, apakah saat istimewanya itu?, beliau bersabda: hari dan malam pertamanya, bertamu itu adalah tiga hari. Kalau lebih dari tiga hari. Maka itu adalah sedekah". (HR bukhari dan Muslim)
Jadi, bagi pembaca yang terbiasa ‘ngambek’ dan ‘minggat’ dari rumah orang tua, jangan menyusahkan kawan tempat pelarian dengan menginap dalam waktu yang lama.
    Read More...

    Akhlak Sebagai Benteng Keutuhan Rumah Tangga


    •  Bagaimana cara menjadi muslim yang terbaik? Mungkin orang akan menyuguhkan kriteria ubudiyah yang tinggi: Sholat malam tak pernah putus, puasa senin kamis tak pernah tertinggal, minimal sekali dalam sebulan harus khatam Al-Qur’an, dsb. Tapi kenyataannya Rasulullah tidak selalu mengajukan kriteria seperti itu. Kadang Rasulullah mengajukan kriteria: “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan." (HR Muslim) Dan pernah juga Rasulullah menyebut kriteria lain: "Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik akhlaknya kepada istrinya". (HR Tirmidzi)
    • Ternyata bagi seorang suami, media untuk menjadi muslim yang terbaik itu sangat dekat: pada "tulang rusuknya". Keberhasilan menjadi muslim yang terbaik berbanding lurus dengan akhlak kepada istri. Semakin baik akhlak seorang suami kepada istri, semakin baik ia di mata Allah swt.
    • Hikmah kriteria ini adalah akan terbentuknya keluarga yang utuh dan harmonis dalam naungan ridho Allah swt. Ketika seorang suami berusaha menjadi yang terbaik dengan cara menyempurnakan akhlaknya kepada istri, diharapkan akan ada respon yang baik dari istri yaitu pelayanan yang sempurna kepada suami. Dan ini akan menambah rasa kasih sayang di antara mereka. Anak-anak pun akan mendapat ketauladanan yang indah dari akhlak ayahnya. Di samping itu, hubungan orang tua yang mesra sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter seorang anak. Anak yang besar dalam keluarga yang utuh jelas punya peluang untuk mendapat didikan yang lebih baik daripada anak yang besar dalam keluarga yang broken home.
    • Kalau mau ditarik lebih jauh hikmah dari kriteria ini, akan berdampak pada masyarakat, negara, dan dunia. Karena kumpulan keluarga yang muslim akan membentuk masyarakat yang damai. Masyarakat yang damai akan membentuk negara yang sejahtera. Dan seterusnya. Semua itu berpangkal pada akhlak seorang suami sebagai pribadi muslim. Itulah hikmah kriteria "akhlak kepada istri", dampaknya bisa luar biasa.
    • Bagaimana menjaga keutuhan keluarga? Biasanya akan dijawab: dengan cinta. Memang banyak pasangan yang sudah punya modal cinta saat membangun rumah tangganya, tapi kenyataannya tetap banyak terjadi perceraian dan perselingkuhan. Cinta sudah selayaknya ada dalam rumah tangga, tapi kalau anda sudah menikah, rasanya anda akan sepakat bahwa akhlak lah yang menopang keutuhan rumah tangga.
    • Saya menemukan artikel yang menyebutkan bahwa hormon cinta hanya bertahan selama 4 tahun. Penelitian tentang itu diungkapkan oleh para peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico. Bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu sudah habis.
    • Sependek itu. Tapi saya yakin, durasi bertahannya rasa cinta akan berbeda pada tiap orang. Yang jelas, cinta itu bisa hilang!!!
    • Karena itu akan sangat riskan apabila rumah tangga hanya didasari oleh rasa cinta. Karena saat cinta itu hilang, maka ambruk lah bangunan rumah tangga itu. Bahkan walau pun masih ada cinta di antara pasangan suami istri, namun kalau dalam keseharian mereka tidak mampu saling menunjukkan akhlak yang baik dalam hubungannya, maka rumah tangga itu tetap terancam rubuh. Bahkan akhlak yang buruk itu mempercepat musnahnya cinta.
    • Kasih sayang bisa bersemi di atas akhlak yang kokoh. Bila suami memperlakukan istri dengan baik, dan istri membalas dengan pelayanan yang menyenangkan, maka saat itu lah do’a seorang pria yang minta dikaruniai istri dan anak-anak yang menjadi ‘cahaya mata’ (qurrota a’yun) terwujud.
    • Akhlak adalah benteng keutuhan rumah tangga.
    • Akhlak itu harus dimiliki oleh kedua pasangan, bukan hanya suami saja. Akhlak seorang istri kepada suami adalah saat ia menaati suaminya. Dan itu menjadi kewajiban yang tak boleh disepelekan. "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana." (Al-Baqarah: 228).
    • Rasulullah bersabda, "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya." (HR Abu Daud, Al-Hakim)
    • Bahkan penyebab wanita banyak menjadi penghuni neraka adalah karena akhlaknya yang buruk kepada suami. Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah saw: "Suatu ketika Rasulullah keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau saw bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau saw menjawab,’Kalian banyak melaknat dan maksiat terhadap suami’". (HR Bukhori)
    • Perkara yang mungkin sepele: mengabaikan kebaikan suami, bisa berakibat sangat fatal. Dalam suatu sabda Rasulullah saw: “…dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
    • Berterima kasih atas kelebihan pasangan, dan sabar atas kekurangannya. Itu merupakan kunci akhlak dalam rumah tangga. "Tahu berterima kasih" bukan cuma diharuskan untuk istri, bahkan sikap itu harus dimunculkan oleh suami manakala terbersit ketidak-puasan terhadap istrinya. Allah berfirman, "…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa : 19) Begitulah tips yang diberikan oleh Allah kepada suami untuk mempertahankan rumah tangganya: bersabar dan memperhatikan kebaikan yang dimiliki oleh pasangan.
    • Salah satu akhlak seorang suami yang mengokohkan rumah tangganya adalah ekspresi yang tidak terus terang saat menemukan kekurangan istri. Ia menyembunyikan kekecewaannya sehingga bisa menjaga perasaan istrinya. Seperi saat merasakan ada yang kurang dari masakan istrinya, seorang suami bisa menunjukkan akhlak yang baik saat ia malah memuji masakan itu.
    • Berdusta dalam rumah tangga - selama dalam kerangka kebaikan - diperbolehkan. Ummu Kultsum rha. berkata, ""Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya." (HR Muslim)
    • Ada cerita yang penuh hikmah tentang suami yang berekspresi normal saat melihat ketidak-sempurnaan istrinya, yang diceritakan oleh ustadz Anis Matta dalam bukunya ”Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga”.
    • Abdurrahman Ibn Al-Jauzy menceritakan dalam Shaed Al-Khathir kisah berikut ini: Abu Utsman Al-Naisaburi ditanya: ”amal apakah yang pernah anda lakukan dan paling anda harapkan pahalanya?”
    • Beliau menjawab, ”sejak usia muda keluargaku selalu berupaya mengawinkan aku. Tapi aku selalu menolak. Lalu suatu ketika, datanglah seorang wanita padaku dan berkata, ”Wahai Abu Utsman, sungguh aku mencintaimu. Aku memohon—atas nama Allah—agar sudilah kiranya engkau mengawiniku.” Maka akupun menemui orangtuanya, yang ternyata miskin dan melamarnya. Betapa gembiranya ia ketika aku mengawini puterinya.
    • Tapi, ketika wanita itu datang menemuiku—setelah akad, barulah aku tahu kalau ternyata matanya juling, wajahnya sangat jelek dan buruk. Tapi ketulusan cintanya padaku telah mencegahku keluar dari kamar. Aku pun terus duduk dan menyambutnya tanpa sedikit pun mengekspresikan rasa benci dan marah. Semua demi menjaga perasaannya. Walaupun aku bagai berada di atas panggang api kemarahan dan kebencian.
    • Begitulah kulalui 15 tahun dari hidupku bersamanya hingga akhir ia wafat. Maka tiada amal yang paling kuharapkan pahalanya di akhirat, selain dari masa-masa 15 tahun dari kesabaran dan kesetiaanku menjaga perasaannya, dan ketulusan cintanya.

    Read More...

    Kehidupan Dan Arti Syukur

     

    Kita hidup hanya sementara,
    Jadi kita tidak usah sombong dengan apa yang sudah kita miliki sekarang, dan kita juga jangan pernah merasa kekurangan dengan apa yang kita miliki sekarang.
    Contoh, kita masih bersyukur masih bisa makan sehari dua kali bahkan ada yang lebih, dan mungkin anda juga orang yang sangat beruntung bisa menikmati akses Internet baik dari Hp atau pun Warnet - warnet yang berada di kota anda, untuk slalu dapat Mencari informasi terbaru, Coba sekali - kali anda memperhatikan orang - orang yang selalu berada di jalan - jalanan misalnya anak - anak pengamen lampu merah, jual - jual koran, Tukang becak dayung, pemulung, dan orang yang tinggal di sudut - sudut Kota. Jangan kan Akses Internet untuk makan aja mereka sulit, betapa minimnya pengetahuan mereka tentang dunia luar ataupun inovasi - inovasi terbaru di jaman moderen sekarang ini,
    Jadi bagi anda yang serba kecukupan, bersyukur lah dengan apa yang anda miliki sekarang, dan jangan pula anda sombong dengan harta dan jabatan yang anda peroleh sekarang,
    karena dengan anda bersyukur dengan apa yang anda miliki, Niscaya Insya Allah, Allah akan memberikan kelipatan dengan apa yang pernah anda miliki sekarang


    Pernahkah anda memberikan sebagian apa yang anda miliki kepada orang yang tidak mampu?
    Ingat hidup ini hanya sementara, Dan apa yang kita miliki sekarang hanyalah titipan Sang Ilahi,
    tidak ada salahnya kita bersyukur dan memberikan sedikit apa yang kita miliki, kepada orang yang tidak mampu.


    mungkin anda beranggapan kalau anda orang yang giat dan telaten sehingga anda bisa memiliki apa yang anda miliki sekarang, dan beranggapan kalau orang yang tidak mampu itu orang yang rendah,
    Anda salah jika anda berfikiran seperti itu, semua itu kembali dengan kuasa Illahi, karena soal keberuntungan, mungkin anda termasuk orang yang beruntung, dan orang yang tidak mampu itu orang yang belum beruntung, walau pun Ia bekerja sekeras mungkin kalau rejzeki dan keberuntungan belum di pihak Dia untuk saat ini.
    Jadi jangan pernah layas kepada orang yang berada di bawah anda, karena mereka lebih pintar ilmunya & lebih banyak pengalaman Alamnya dari pada anda, umur empat tahun aja mereka sudah dilatih mencari duit, dan umur lima tahun mereka sudah dapa menghasilkan uang sendiri untuk biaya hidup, sementara dengan anda yang sehariannya makan dan uang masih dari orang tua sendiri, bahkan tidak banyak dari anda yang baru menghasilkan uang sendiri.


    Coba Anda bayangkan apa bila anda berada pada posisi mereka.! Berada pada perempatan jalan, menjadi seorang pemulung atau pengamen jalanan?
    Mungkin anda belum sanggupkan? Jadi Anda jangan merasa pernah kekurangan dengan apa yang anda miliki sekarang, bersyukurlah atas pemberian Sang Illahi kepada anda, mungkin belum saat ini anda memperoleh apa yang anda ingin miliki sekarang, bersabarlah dan selalu berdoa agar di mudahkan jalan Anda.




    Semoga dengan Artikel Saya ini anda bisa menjadi Orang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa dan selalu bersyukur kepada Illahi.
    Read More...

    Sabtu, 27 November 2010

    Rusia akan berubah menjadi negara Islam

    Para pakar yang berkonsentrasi pada wilayah Asia tengah, memprediksikan Rusia akan berubah menjadi negara Islam di sekitar tahun 2050 nanti. Mereka berharap negara seperti Mesir terus merangkul negara-negara persemakmuran Rusia yang berpenduduk muslim yang mencintai serta menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Arab. Dari negara mereka telah lahir para ulama ternama di berbagai bidang ilmu keislaman, seperti Imam Bukhari dan Tirmizi, serta ulama lainnya yang banyak memberikan pengaruh dan kontribusi kepada dunia Islam.


    Muhammad Salamah, spesialis Asia Tengah dan negara persemakmuran Rusia dalam seminar di Markas Kebudayaan Abdul Mun’im Al Showi di Kairo dengan tema, “Negeri Imam Bukhari dan Kekayaan yang Terpendam di dalamnya” mengatakan, puluhan pengkaji akademisi di Rusia telah menyimpulkan, berdasarkan perkembangan yang terlihat dari negara-negara muslim pecahan Uni Soviet ini, maka pada tahun 2050 nanti negara Rusia diprediksikan akan menjadi bagian dari negara Islam

    Perkembangan itu secara signifikan terjadi di Rusia, dari segi populasi misalnya, jumlah muslim di Rusia kini mencapai 25 juta jiwa, yaitu 20% dari jumlah total penduduk. Para cendikiawan gereja Ortodox yang berada di negeri itu pun dikabarkan merasa khawatir, melihat perkembangan Islam yang begitu pesat, mereka bahkan menyebut Islam sebagai agama yang mengancam esksistensi agama mereka di sana.

    Salamah kemudian menambahkan, sejak 20 tahun lalu dirinya terus mengamati perkembangan Islam di Rusia, semenjak muslim di sana berada di bawah pemerintahan yang komunis dan mengalami masa-masa pengekangan, seperti dilarangnya membawa mushaf Al Qur’an, masjid-masjid di tutup, hingga akhirnya sekarang, muslim Rusia telah mendapatkan hak-hak mereka dengan baik. Dan Islam pun kini menjadi agama kedua di negeri itu.

    Salamah kemudian bercerita tentang upayanya menyebarkan Islam, ia mendirikan sebuah Universitas Islam di Moskow, dan mengajarkan tentang apa itu agama Islam, termasuk kepada para politisi senior negeri itu, diantaranya adalah Pladimar Putin, Perdana Menteri Rusia sekarang.

    Dubes Mesir untuk Tajikistan; sebuah negara muslim pecahan Uni Soviet kemudian menceritakan akan semangatnya nilai keislaman di sana, diantaranya dengan diadakannya perayaan hari kelahiran Imam Abu Hanifah pada tahun 2009 lalu, pemerintah setempat kemudian mengundang para ulama dari berbagai negara anggota OKI yang dipimpin langsung oleh Syeikh Al Azhar, mereka kemudian dijamu langsung oleh Presiden Tajik, Ali Rakhmonov.(eramuslim.com)
    Read More...

    http://sinopsis.disuka.com/kata-mutiara-islam/kata-mutiara-nabi-muhammad-saw-beserta-sahabat/ Read More...

    kumpulan sinopsis buku, cerpen

    http://sinopsis.disuka.com/kata-mutiara-islam/kata-mutiara-nabi-muhammad-saw-beserta-sahabat/ Read More...

    Rabu, 17 November 2010

    Kata-kata mutiara Nabi Muhammad Saw


    1. Orang yg kuat bukanlah orang yg mampu menjatuhkan/berkelahi dgn org tetapi orang yang kuat adalah orang yg mampu menahan amarahnya. (HR. Bukhori dan Muslim)

    2. Dunia adalah penyihir yang lebih hebat dari Harut dan Marut dan kamu harus menghindarinya.

    3. Tinta para pelajar lebih suci daripada darah orang2 yang mati syahid

    4. Dunia dan segala sesuatu di dalamnya sangat berharga, tetapi hal yang paling berharga di dunia adalah perempuan baik-baik. (HR Muslim

    5. Ingatlah Tuhan dalam kemakmuran, dan Dia akan mengingat Anda dalam kesulitan [Sunan al-Tirmidhî]

    6. Satu jam meditasi pada karya Sang Pencipta adalah lebih baik daripada tujuh puluh tahun doa

    7. Cinta dunia adalah akar dari segala kejahatan (Hr. Baihaqi)

    8. Jadilah di dunia seperti seorang petualang/ musafir, dan menghitung diri Anda sebagai orang mati (HR. bukhari).

    9. Empat hal yang mendukung dunia: belajar dari orang bijak, keadilan besar, doa-doa yang baik, dan keberanian yang berani

    10. Siapa pun yang menyukai untuk bertemu Allah, Allah menyukai untuk bertemu dengannya

    11. Mencari pengetahuan dari buaian sampai ke liang kubur

    12. Hukum adalah sebuah benteng di sebuah bukit bahwa pasukan tidak dapat mengambil atau banjir membasuh

    13. Jihad yang paling baik (perjuangan) adalah bahwa untuk penaklukan diri

    14. Jangan katakan, bahwa jika orang-orang yang berbuat baik kepada kami, kami akan berbuat baik kepada mereka; dan jika orang-orang yang menindas kami, kami akan menekan mereka, tetapi menentukan bahwa jika orang yang Anda baik, Anda akan berbuat baik kepada mereka; dan jika mereka menindas Anda, Anda tidak akan menindas mereka

    15. Surga ada di telapak kaki ibu

    16. Dia yang mengetahui dirinya sendiri, maka dia mengenal Tuhan

    17. Filsafat adalah unta tersesat dari setia memegang di mana pun kamu datang di atasnya

    18. Dia yang keluar rumah dengan tujuan mencari ilmu, maka dia berada di jalan Allah

    19. Apa kamu mencintai penciptamu? Cintai dulu sesamamu..

    20. Dia tidak akan masuk neraka yang telah iman sama dengan biji sawi di dalam hatinya dan ia tidak akan masuk surga yang telah sebutir kesombongan, sama dengan biji sawi, di dalam hatinya

    21. Siapa pun yang rendah hati kepada manusia demi Tuhan, semoga Allah memuliakan kebesaran-Nya

    22. Hidup ini tapi tanah yg dikerjakan berikutnya, berbuat baik bahwa Anda mungkin menuai sana; untuk berjuang adalah ketetapan dari Allah dan apa pun yang telah ditetapkan Allah hanya dapat dicapai dengan berjuang

    23. Sesungguhnya perbuatan kamu akan dibawa kembali kepada kamu, seolah-olah kamu sendiri adalah pencipta hukuman kamu sendiri

    24. Wanita adalah belahan kembar laki-laki( Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dikateogrikan shahih di shahih Al-Jaami")

    25. Dia adalah muslim yang paling sempurna disposisi adalah yang terbaik dan yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berperilaku terbaik untuk istri-istri mereka

    26. Berikan upah pekerja sebelum keringat menjadi kering (HR. Ibnu
    Majah, Abu Ya'la dan Tabrani).

    27. Orang beriman tidak mati; mungkin mereka menjadi diterjemahkan dari dunia fana ini kepada dunia keberadaan abadi

    28. Kejahatan terbesar adalah untuk menyekutukan lain dengan Allah, durhaka pada ayah dan ibu Anda, untuk membunuh saudaramu, untuk bunuh diri, dan bersumpah dengan niat berbohong (shahih bukhari)

    29. Apakah aku tidak memberitahu Anda tentang tindakan yang lebih baik daripada puasa, sedekah, dan doa? Membuat perdamaian antara satu sama lain: permusuhan dan kebencian merobek penghargaan surgawi ke akar-akarnya

    30. Semua tindakan dinilai oleh motif yg mendorong mereka (Abu Daud)
    Read More...